Macam-Macam Zat Antimikroba dan Mekanisme Kerjanya


Zat antimikroba adalah semua senyawa kimia yang dapat mengendalikan pertumbuhan atau membasmi mikroba. Zat antimikroba meliputi senyawa antiseptik, antibiotik, dan desinfektan (Setiabudi, 1995).

{tocify} $title={Daftar isi}

A. Macam-Macam Zat Antimikroba

Berdasarkan tujuan pemakaiannya zat antimikroba dibagi menjadi 3 macam yaitu antiseptik, antibiotik dan desinfektan.

1. Antiseptik

Antiseptik menurut Madigan et al., (2006) adalah senyawa kimia yang digunakan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada jaringan hidup pada permukaan kulit dan membran mukosa.

2. Antibiotik

Antibiotik adalah senyawa kimia hasil metabolit sekunder mikroba yang mampu mengatur atau menghambat pertumbuhan mikroba lain pada konsentrasi rendah (Pelczar, 2008).

3. Desinfektan

Desinfektan adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencegah pertumbuhan mikroba pada suatu permukaan benda (Waluyo, 2005). 

B. Mekanisme Kerja Zat Antimikroba

Zat antimikroba dalam menghambat pertumbuhan mikroorganisme mempunyai beberapa mekasime kerja, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Menghambat Metabolisme Sel

Zat antimikroba bekerja menghambat metabolisme sel dengan cara merusak pembentukan komplek enzim-substrat. Pembentukan komplek enzim-substrat berperan penting dalam proses metabolisme dalam sel menghasilkan suatu produk. Apabila terhambat maka metabolisme sel akan terganggu.

Bagian enzim yang terganggu oleh kehadiran zat antimikroba adalah koenzim dan kofaktor. Koenzim adalah bagian enzim yang berupa molekul organik dan berfungsi membantu perlekatan enzim dengan substrat. Apabila koenzim tidak berikatan dengan sisi aktif enzim karena adanya zat antimikroba maka tidak dapat terbentuk komplek enzim-substrat.

Koenzim asam folat diperlukan untuk sintesis basa purin dan primidin yang keduanya berperan sebagai bahan dasar pembentuk DNA dan RNA. Selain itu koenzim asam folat juga diperlukan untuk proses pertumbuhan seluler dan replikasi.

Sedangkan kofaktor adalah senyawa non-organik yang menempel dekat sisi aktif enzim untuk membantu kerja enzim. Asam p-amino benzoat (PABA) merupakan salah satu contoh senyawa organik yang berperan sebagai kofaktor enzim.

Zat antimikroba seperti Sulfonamide secara struktur mirip dengan PABA. Apabila PABA merebut sisi aktif enzim maka akan terbentuk asam folat non fungsional atau tidak terbentuknya produk. Hal ini menyebabkan terganggunya metabolisme mikroorganisme. 

2. Menghambat Sintesis Dinding Sel

Zat atimikroba yang bekerja dengan menghambat sintesis dinding sel adalah antibiotik. Antibiotik jenis penisilin mempunyai gugus Beta Laktam mampu menghambat sintesis mukopeptida dalam pembentukan dinding sel bakteri. Sel bakteri yang terhambat pembentukan dinding selnya akan mengalami lisis / pecah dan mengeluarkan cairan sel / protoplasma sehingga akan mengalami kematian.

3. Menghambat Fungsi Permeabilitas Membaran Sel

Zat antimikroba bekerja secara langsung pada membran sel dan mempengaruhi permeabilitas serta menyebabkan kerusakan pada membran. Membran sel yang lemah akan menyebabkan terjadinya kebocoran cairan sel dan mengakibatkan sel mati.

4. Menghambat Sintesis Protein

Sintesis protein berfungsi untuk menghasilkan protein struktural atau fungsional pada mikroorganisme. Apabila terhambat kan mempengaruhi proses metabolisme internal sel. Contoh zat antimikroba yang menghamabat sintesis protein adalah antibiotik.

Antibiotik jenis tetrasiklin dan kloramfenikol mempunyai kemampuan untuk menghambat sintesis protein bakteri dengan cara mengikat unit ribosom secara reversibel. Tetrasiklin akan mengikat pada subunit ribosom 30S sedangkan Kloramfenikol pada subunit ribosom 50S. Ikatan antara ribosom dengan antibiotik tetrasiklin akan mencegah menempelnya tRNA-aminoasil pada komplek mRNA-ribosom, sehingga akan menghentikan proses perpanjangan rantai polipeptida.

Antibiotik Kloramfenikol yang telah berikatan dengan subunit 50S pada ribosom akan menghambat kerja enzim peptidil transferase, sehingga mencegah terjadinya ikatan peptida saat pembentukan polipeptida. Perpanjangan rantai polipeptida yang terhenti tidak akan disinteisi lebih lanjut untuk menghasilkan produk protein. 

5. Menghambat Sintesis Asam Nukleat

Asam nukleat adalah materi genetik yang berfungsi untuk mengatur seuruh aktifitas sel. Asam nukleat pada mikroorganisme dalapat berupa DNA dan RNA. Apabila pembentukan DNA atau RNA terhambat maka akan menghambat proses metabolisme sel lainnya seperti replikasi dan sintesis protein. 

Zat antimikroba yang mampu menghambat sintesis asam nukleat mikroorganisme adalah antibiotik. Rifampisin dan Kuinolon merupakan contoh antibiotik yang dapat menghambat sisntesis asam nukleat dengan cara mengikat enzim RNA Polimerase, dan mencegahnya untuk mengikat bagian promotor untuk melakukan proses transkripsi. 

Antibiotik golongan Kuinolon juga dapat menghambat pembentukan DNA Girase bakteri yang berperan dalam pemilinan DNA memebentuk unit kromosom. 

C. Sumber & Referensi

  • Madigan, M.T., martinko, J.M., dan Brock, T.D. 2006. Brock biology of Microorganism. Pearson Prentice Hall, New Jersey.
  • Pelczar, M.J. 2008. Dasar-Dasar Mikrobiologi. UI Press, Jakarta.
  • Setiabudi. 1995. Farmakologi dan Terapi (Antimikroba). UI Press, Jakarta.
  • Waluyo, L. 2005. Dasar-Dasar Mikrobiologi. UMM Press, Malang.

0 Response to "Macam-Macam Zat Antimikroba dan Mekanisme Kerjanya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel