Pewarnaan Sederhana - Prinsip dan Prosedur Pewarnaan


Mikroorganisme dari kelompok bakteri memliki ukuran sangat kecil dan tak kasat mata, sehingga sangat sulit diamati secara langsung dengan mata telanjang. Diperlukan perangkat khusus seperti mikroskop untuk memperbasar ukurannya dan mengetahui bagian-bagiannya. Namun dalam praktiknya, sel bakteri hanya akan tampak jernih/transparan dibawah mikroskop, dan cukup sulit untuk menggambarakan keseluruhan dari struktur morfologinya. Untuk mengatasinya, para ahli mikrobiologi menggunakan suatu teknik khusus yang disebut teknik pewarnaan. Salah satu teknik pewarnaan yang mudah dan sering digunakan adalah teknik pewarnaan sederhana.

{tocify} $title={Daftar isi}

A. Definisi dan Prinsip Pewarnaan Sederhana

Sesuai dengan penamaannya, pewarnaan sederhana hanya menggunakan pewarna tunggal / satu jenis warna untuk mewarnai dinding sel bakteri. Jenis zat warna yang digunakan dalam melakukan pewarnaan sederhana adalah Methylene Blue, Crystal Violet dan Carbol Fuchsin. Tujuan dari melakukan pewarnaan sederhana adalah untuk menggambarkan secara jelas morfologi sel bakteri, meliputi bentuk, ukuran dan susuran sel.

Pada prinsipnya, pewarnaan sederhana menggunakan zat warna yang memiliki sifat basa / alkali. Secara kimiawi sifat basa memiliki muatan positif (+) sehingga akan mudah bereaksi / berikatan dengan dinding sel bakteri yang bermuatan negatif (-).

B. Komposisi Pewarnaan Sederhana

Pewarna sederhana hanya menggunakan 1 jenis pewarna yang dapat dipilih dari ke-3 jenis pewarna dibawah ini dengan komposisi sebagai berikut:

Nama ReagenKomposisi
Methylene BlueMethylene Blue 3 g, Potasium Hidroksida 10% 1 ml, Etanol 95% 300 ml
Kristal VioletKristal Violet 2 g, Etil Alkohol 95% 20 ml, Amonium Oksalat 0,8 g, Akuades Steril 100 ml 
Carbol FuchsinFuchsin dasar 0,3 g, etanol 95% 10 ml, Fenol 5 ml, Akuades steril 95 ml 

C. Prosedur Pewarnaan Sederhana

  1. Siapkan kultur murni bakteri yang akan diwarnai.Secara aseptis ambil 1 ulasan jarum ose kultur bakteri pada permukaan kaca preparat yang telah ditetesi akuades steril.
  2. Ratakan hingga tidak ada ulasan yang menumpuk.
  3. Fiksasi panas dengan cara melewatkan kaca preparat diatas api bunsen sebanyak 3 kali. Fiksasi berfungsi untuk mematikan bakteri namun tetap mempertahankan bentuk dan komponen sel.
  4. Teteskan pewarna sederhana diseluruh permukaan ulasan dengan memilih salah satu pewarna sesuai dengan kebutuhan. Tunggu pewarna agar meresap pada dinding sel bakteri. Methylene Blue (60 detik), Crystal Violet (30 detik) dan Carbol Fuchsin (20 detik).
  5. Bilas pewarna dengan akuades steril dan tunggu hingga cukup kering atau dapat diserap dengan tissue.
  6. Setelah kering, tutup permukaan ulasan dengan penutup kaca dan sampel siap diamati dibawah mikroskop.
 

D. Interpretasi Hasil Pewarnaan Sederhana 

Interpretasi hasil pewarnaan sederhana pada sel bakteri berdasarkan zat warna yang digunakan adalah sebagai berikut:

Jenis Reagen PewarnaWarna Sel Bakteri
Methylene BlueBiru
Kristal VioletUngu
Carbol FuchsinMerah

 

 

E. Sumber & Referensi

  • Austincc.edu
  • Dwidjoseputro. 2005. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Djambatan: Jakarta.
  • Catalog.hardydiagnostics.com
  • Madigan, M.T., Martinko, J.M., Bender, K.S., Buckley, D.H and Stahl, D.A. 2015. Brock Biology of Microorganism 14 th edition. Pearson Education, US.
  • Microbeonline.com
  • Pelczar, M.J dan Chan, E.C.S. 2008. Dasar-Dasar Mikrobiologi. UI Press: Jakarta.

0 Response to "Pewarnaan Sederhana - Prinsip dan Prosedur Pewarnaan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel