Herd Immunity dalam Studi Kasus Covid-19 di Indonesia

 

Konsep Herd Immunity saat ini kembali muncul ditengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia dan Indonesia. Disebut bahwa Herd Immunity yang terbentuk oleh infeksi SARS CoV-2 mampu memutus rantai penularan dan kematian Covid-19. Namun saat ini belum ada data dan fakta ilmiah mengenai keefektifan pemberlakuan konsep Herd Immunity dalam menanggulangi dampak Covid-19.

{tocify} $title={Daftar isi}

A. Definisi dan Prinsip Herd Immunity 

Herd Immunity dalam segi bahasa diartikan sebagai imunitas kelompok, yaitu sebuah konsep imunitas / kekebalan yang terbentuk pada tingkat populasi untuk melawan suatu penyakit tertentu. Imunitas kelompok berasal dari imunitas individu yang berkembang dan mencapai suatu nilai ambang batas / threshold dan menjadi imunitas kelompok.

Setelah terbentuknya imunitas kelompok, suatu agensia penyakit penyebab infeksi akan berada pada suatu titik dimana tidak ada lagi individu yang dapat dijadikan sebagai tempat berkembang biak dan faktor penularan infeksi. Jumlah agensia penyakit dan kasus infeksi baru akan berangsur-angsur tereduksi bersamaan dengan bertambahnya jumlah individu yang kebal. 

Kasus infeksi menular yang disebabkan oleh suatu agensia patogen misalnya virus, akan meningkatkan imunitas individu dan kemudian berkembang menjadi sebuah efek kelompok / herd effect untuk menurunkan resiko terjadinya infeksi baru. Menurut hasil penelitian, bahwa Herd Immunity pernah terbukti dapat mereduksi beberapa kasus infeksi yang pernah terjadi didunia salah satunya penyakit smallpox / cacar air yang disebebabkan oleh agensia virus. Dulu penyakit ini ditakuti dan sangat berbahaya karena menimbulkan banyak kasus kematian dari orang-orang yang terinfeksi. Namun setelah ditemukannya vaksin dan terbentuk kekebalan tubuh, hingga saat ini penyakit ini sudah jarang terjadi bahkan seperti menghilang.

Semakin banyaknya orang yang kebal akan mereduksi individu yang rentan dalam suatu populasi tertentu. Namun saat ini untuk memperoleh kekebalan kelompok dalam kasus Covid-19 masih jauh dari angan-angan. Pasalanya vaksin yang menjadi pemeran utama dalam mengatasi infeksi belum ditemukan, dan tidak etis apabila secara sengaja membiarkan individu terinfeksi untuk mendapatkan imunitas alami. Pastinya akan memakan waktu yang lama hingga terbentuknya Herd Immunity dan tidak menutup kemungkinan banyak korban meninggal tidak dapat dihindari. Untuk mempelajari bagaimana konsep Herd Immunity dapat disimak pada penjelasan berikut.

B. Cara Pembentukan Herd Immunity

Herd Immunity dapat diperoleh dengan 2 cara, yaitu secara alami atau buatan. Secara alami suatu individu dalam satu populasi akan memperoleh dengan sendirinya imunitas terhadap suatu penyakit tertentu setelah terinfeksi dan menjadi sembuh, hal ini disebut juga imunitas bawaan / adaptive immunity / acquired imunity. Sedangakan individu dalam populasi juga dapat memperoleh imunitas secara buatan yaitu dengan cara imunisai dengan vaksin. Imunisasi dapat dilakukan secara aktif atau pasif menyesuaikan denga tingkat infeksi dan kondisi imunitas seseorang. 

Meningkatnya jumlah individu dalam suatu populasi yang telah memiliki imunitas sangat berpengaruh terhadap terbentuknya Herd Immunity. Tingkatan dari Herd Immunity pada satu populasi akan memberikan dampak terhadap peluang terjadinya kasus penularan penyakit baru dan beresiko menjadikan individu yang belum terinfeksi menjadi terinfeksi. Menurut penelitian, meningkatnya level Herd Immunity akan menurunkan resiko terjadinya infeksi baru pada individu yang sehat.

Tingginya level Herd Immunity akan menyebabkan terjadinya efek pertahanan kelompok pada kasus infeksi penyakit tertentu . Individu yang rentan terinfeks akan terlindung oleh individu yang telah mempunyai imunitas. Imunitas juga akan berkembang dari satu individu ke individu lain. Patogen penyebab infeksi tidak berkesempatan untuk berkembang biak dan menularkan infeksi baru, sehingga akan berangsur-angsur turun dan tereliminasi dalam suatu populasi. 

Level terjadinya Herd Immunity pada suatu penyakit dapat ditentukan secara matematis melalui studi epidemiologi. Level berupa nilai ambang batas / threshold terjadinya Herd Immunity dapat diestimasikan dengan cara menghitung jumlah kasus infeksi pada suatu populasi. Nilai ini sangat membantu untuk mengetahui sejauh mana Herd Immunity sudah terbentuk di suatu populasi.

C. Cara Menentukan Nilai Ambang Batas Herd Immunity

Dalam studi Herd Immunity ada istilah Proporsi (P), Reproduksi Efektif (RE) dan Reproduksi Dasar (R0). P melambangkan jumlah proporsi individu yang harus mendapatkan imunitas untuk dicapainya eliminasi penyakit. RE adalah nilai yang digunakan untuk menentukan tingkat terjadinya infeksi penyakit. R0 adalah kunci parameter yang didefinisikan sebagai ambang batas terbentuknya Herd Immunity, atau dapat diartikan sebagai angka rata-rata jumlah individu yang dapat terinfeksi oleh individu lain yang telah terinfeksi dalam suatu populasi steril / belum pernah terinfeksi sama sekali (jumlah reproduktif dasar). Sehingga diperoleh persamaan standar yang untuk menghitung ambang batas terjadinya  Herd Immunity yaitu dengan persamaan P = 1 - 1/R0.

R0 memiliki angka yang bervariasi berdasarkan jenis penyakit dan tingkat infeksinya. Hal ini akan berpengaruh terhadap seberapa lama penyakit mampu bertahan di lingkungan, dosis yang diperlukan untuk menyebabkan infeksi, lama waktu terjadinya infeksi, dan ada atau tidaknya gejala yang ditimbulkan. Selain itu faktor kepadatan populasi dan kondisi lingkungan (panas / dingin) juga berpengaruh terhadap tingkat terjadinya kasus penularan penyakit.  

Secara umum, nilai RE akan lebih rendah daripada nilai reproduksi dasar (R0), berdasarkan proporsi (P) dari populasi yang kebal terhadap infeksi. Menurut konsep ini, imunitas yang dibentuk dari pemberian vaksin melalui imunisasi secara sederhana dapat dilambangkan dengan persamaan RE = (1-P)*R0. 

Nilai RE apabila diatas 1 menandakan terjadinya penularan penyakit dari satu individu ke individu dalam suatu populasi yang masih terjaga. Apabaila RE dibawah 1 akan menyebabkan penyakit infeksi akan hilang dari populasi dan menjadikan populasi terlindung dari infeksi. Hal ini yang menjadi nilai ambang batas untuk menentukan Herd Immmunity dalam eliminasi suatu penyakit. 

Suatu penyakit akan tereliminasi dengan sendirinya dari populasi apabila RE direduksi hingga dibawah angka 1. Caranya adalah dengan menjadikan proporsi (P) sama dengan persamaan 1 - 1/R0 sehingga akan menurunkan nilai RE. Dimisalkan R0 = 5, kemuadian P = 1 - 1/5 akan menghasilkan nilai 0,8 atau 80%. Jadi total populasi harus memiliki imunitas baik secara alami maupun buatan adalah 80%. Kesimpulannya adalah apabilai nilai P mereduksi R hingga mencapai angka 1 akan diperoleh nilai ambang batas Herd Immunity. Penjelasannya mengenai pola terjadinya reduksi nilai P digambarkan melalui contoh grafik berikut.

Grafik yang paling atas menggambarkan konsep Herd Immunity pada populasi tertutup terhadap imunitas sepenuhnya terhadap infeksi dengan estimasi R0 = 5 dan menunjukkan jumlah efektifitas reproduktif (RE). RE mencerminkan jumlah individu baru yang terinfeksi. RE juga didefinisikan sebagai produk R0 dan proporsi individu yang masih rentan. Sedangkan grafik kedua yang berada di bawah menunjukkan proporsi individu yang rentan, terinfeksi dan sembuh.

Awalnya semua individu adalah rentan terhadap infeksi (garis hitam). Munculnya individu baru dengan infeksi akan menyebarkan infeksi ke individu rentan secara cepat (garis merah). Kasus infeksi akan mencapai ambang batas dimana individu yang terinfeksi hanya mampu menginfeksi kurang dari 1 individu rentan (RE < 1). Pada titik ini sebagian besar populasi telah sembuh dan memliliki imunitas (garis hijau). Beberapa individu yang tidak terinfeksi dan tidak memiliki imunitas akan terlindungi atau disebut imunitas tidak langsung.

Ilustrasi lingkaran menggambarkan individu yang rentan, terinfeksi dan sembuh. Tanda panah menunjukkan terjadinya penularan penyakit, sedangkan tanda silang menunjukkan tidak terjadinya penularan pada individu karena telah mempunyai imunitas.Ambang batas populasi yang rentan pada suatu titik dimana RE < 1 dan jumlah individu yang terinfeksi mencapai puncak yang diindikasikan oleh garis titik-titik vertikal. Secara matematis dirumuskan dengan persamaan Pc = 1 - 1/R0 = 0,8.

Nilai estimasi R0 dapat dijadikan sebagai standar untuk menentukan nilai ambang batas Herd Immunity dari setiap kasus infeksi. Seperti dalam penelitian Fine dalam Jurnal Epidemiologi terdapat beberapa nilai R0 untuk setiap kasus infeksi yang disebabkan oleh penyakit yang berbeda:  

D. Herd Immunity dalam Kasus Covid-19 di Indonesia

Pada kasus Covid-19 apabila R0 diestimasikan dengan nilai 5 makan Herd Immunity akan tercapai setlah tercapainya 80% individu dari total populasi yang memiliki imunitas. Angka ini dapat dicapai melalui beberapa cara, anatara lain; (1) Menunggu terbentuknya imunitas alami Covid-19 dari individu hingga dicapai angka 80% dari populasi. (2) Melakukan imunisasi / vaksinasi terhadap orang-orang yang renta untuk merangsang terbentuknya imunitas hingga dicapai angka 80% dari populasi. (3) Penggabungan cara poin 1 dan 2. 20% individu sisanya secara tidak langsung akan melindungi orang-orang renta lainnya yang tidak mendapatkan keduanya.

Dimisalkan populasi warga negara Indonesia adalah sekitar 300 juta orang. Dapat dikatakan 240 juta penduduk harus memiliki imunitas terhadap Covid-19. Seperti yang dijelaskan diatas imunitas dapat diperoleh secara alami dan buatan / imunisasi / vaksinasi. Cara pertama tidak mungkin dilakukan, karena secara etika tidak baik, Tidak mungkin hanya menunggu hingga 240 juta orang terinfeksi semuanya. Mengingat tingkat kesembuhan yang cukup lama dengan angka mortalitas yang cukup tinggi untuk individu comorbid. Cara kedua juga masih jauh dari harapan, karena vaksin yang menjadi alat utama pembentukan Herd Immunity melawan infeksi Covid-19 belum ditemukan. Kabarnya diawal-awal tahun 2021 baru dapat digunakan. 

Belajar dari pengalaman adalah sebuah hal yang bermanfaat. Pemerintah selaku stake holder juga perlu belajar dari beberapa studi kasus penelitian yang telah dipublikasikan. Melakukan riset mendalam sebelum memberlakukan suatu tindakan adalah suatu keaharusan. Contohnya pada wacana pemberlakuan konsep Herd Immunity buatan untuk melawan Covid-19 untuk rakyat Indonesia.

Berdasarkan prinsip epidemiologi penyakit yang dikutip dari buku Epidemiology and Control of Community infection, konsep Herd Immunity dapat diputuskan untuk dilakukan apabila memenuhi 3 kriteria diantaranya; (1) Penyakit harus membawa sesuatu yang beresiko; (2) Resiko yang disebabkan suatu penyakit harus dapat ditentukan; (3) Harus tersedia vaksin yang aman dan efektif. Dari ketiganya tinggal poin nomer 3 yang belum terpenuhi. Vaksin Covid-19 masih dalam tahap uji coba dan belum sepenuhnya diketahui keamanan dan keefektifannya. Sehingga pemberlakuan konsep Herd Immunity masih jauh dari kata siap.

E. Sumber & Referensi

  • Randolph, H.E., dan Barreiro, L.B. Herd Immunity: Understanding COVID-19. Journal of Immunity, 53, May 19, 2020. Elsivier Inc. DOI: https://doi.org/10/1016/j.immuni.2020.04.012.
  • Smith, P.G. Concept of herd protection and immunity. Procedia in vaccinology 2, 134-139, 2010. Elsivier Inc. DOI: https://doi.org/10.1016/j.provac.2010.07.005.
  • Metcalf, C.J.E., et al. Understanding Herd Immunity. Trends in Immunology, 36(12). Cell Press. DOI: http://dx.doi.org/10.1016/j.it.2015.10.001.

0 Response to "Herd Immunity dalam Studi Kasus Covid-19 di Indonesia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel